Dijanjikan Berangkat Umroh, Ketua Wirid Diduga Tipu Jemaah

Dijanjikan Berangkat Umroh, Ketua Wirid Diduga Tipu Jemaah

Rakyatbicara.com, Deliserdang – Enam belas jemaah perwiridan Silaturahmi Masjid Ubudiyah Aulawiyah PTPN II Kacamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang Meradang. Pasalnya, mereka kesal lantaran menjadi korban penipuan umroh yang diduga dilakukan Ketua perwiridan Hj Devi Korowaty.

Alhasil, 16 jemaah perwiridan Silaturahmi Masjid Ubudiyah Aulawiyah PTPN II, gagal berangkat umroh dan mengalami kerugian sebesar Rp290.800.000. Tak senang, 16 jemaah pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tanjung Morawa dengan bukti No: STPL/06/XII/2015/SU/RES DS tertanggal 9 Desember 2015 yang diterima Aiptu H Raholik.

Seperti diceritakan salah satu korban, Nurliyah (52) warga Dusun III A L Manis Ds L Manis Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang mengatakan, bahwa kejadiannya bermula pada tahun 2012 silam.

Saat itu kata Nurliyah, melalui perwiridan tersebut, para jemaah ditawari oleh Ketua perwiridan, Hj Devi Korowaty untuk berangkat umroh.

“Kami anggota perwiridan ada 49 orang ditawari berangkat umroh oleh ketua wirid Ibu Devi. Waktu itu ibu Devi menjanjikan jemaah berangkat umroh melalui tabungan yang dikutip setiap hari Kamis,” ungkapnya yang ditemui awak media, Senin (31/7) siang.

Tergiur dengan ucapan Hj Devi Korowaty, para jemaah termakan dengan bujuk rayunya. Hingga akhirnya waktu pemberangkatan umroh yang dijanjikan tanggal 22 Desember 2014 pun tiba. 49 jemaah perwiridan pun menagih janji Hj Devi Korowaty. Namun saat itu, Hj Devi Korowaty memundurkan waktu keberangkatan dengan alasan visa belum siap.

“Katanya alasannya visa belum siap jadi di undur ke Februari 2015 lalu mundur lagi ke bulan Maret 2015 kami tidak diberangkatkan juga. Alasan Ibu Devi, masalah pemberangkatan ada di travel PT Barokah,” kata Nurliyah.

Kesal karena keberangkatan umroh tak kunjung terlaksana, akhirnya 16 jemaah mendesak Hj Devi Korowaty untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

“Kami udah gak percaya lagi sama bu Devi. Jadi kami minta uang kami supaya dikembalikan. Tapi kata bu Devi, dia pun beralasan jadi korban penipuan oleh Travel PT Barokah. Katanya PT Barokah itu sudah menyetorkan uang jemaah ke travel Nabillah,” terang Nurliyah.

Singkat cerita, ke 16 jemaah perwiridan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tanjung Morawa pada tahun 2015, dengan terlapor Hj Devi Korowaty. Namun hingga kini, kasus tersebut terkesan jalan ditempat.

Menurut Juru Periksa (juper) Polsek Tanjung Morawa, Brigadir B Ricky Silitonga yang menangani kasus ini terkesan buang badan dengan alasan bahwa muara kasus ini bersumber pada PT Barokah.

“Ibu Devi sudah kita periksa, ternyata tidak memenuhi unsur pidana. 16 korban juga sudah kita periksa. Jadi bukannya kami tidak memproses kasus ini, saya pun juga sudah 2 kali diperiksa Propam. Ibu Devi juga sudah melaporkan kasus penipuan ini ke Polda (Sumut) juga,” katanya sembari menyebut, kasus tersebut akan di SP3 (dihentikan) Polsek Tanjung Morawa.

Berikut 16 jemaah yang menjadi korban penipuan umroh yakni, Hj Nurcahaya Pohan, Nurliyah, Nurbaiti, Hj Sunarti, Hj Suriyati, Nuriyati, Hj Nining Sunarningsih, Nurhayati, Nurmalina Saragih, Suaini Irmayanti, Leginem, Ponirah, Sriatun, Nurmala, Aisyah dan Mayrida. (rb03)

COMMENTS