Hub Port Kuala Tanjung vs Pertumbuhan Industri

Hub Port Kuala Tanjung vs Pertumbuhan Industri

Rakyatbicara.com, MEDAN – Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub port internasional memunculkan harapan di masyarakat adanya pengembangan pembangunan di daerah serta terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga. Tetapi tetap perlu diimbangi pertumbuhan industri yang didukung infrastruktur transportasi.

Pertumbuhan industri di sekitar lokasi pelabuhan Kuala Tanjung nantinya, diharapkan akan menambah minat pengusaha khususnya dari luar negeri untuk bisa kembali membawa hasil industri dari Sumatera Utara (Sumut). Hal ini juga merupakan rencana dari Presiden Ri Joko Widodo menetapkan daerah itu sebagai satu dari sekian banyak kawasan strategis nasional.

“Hub Internasional harusnya memiliki loading muatan. Sebab, kalau dia tidak punya loading muatan maka orang yang datang dari luar tentu merasa rugi sebab pulang ke negaranya dia tidak membawa apa-apa. Makanya harus ada loading muatan sehingga ketika dia kembali dia bisa membawa hasil industri dari Sumut,” ujar Anggota DPD RI asal Sumut, Parlindungan Purba akhir pekan lalu.

Karenanya kata Parlindungan, industri di sekitar kawasan Kuala Tanjung harus segera dipercepat. “Kedua, kalau industri di Kuala Tanjung tumbuh maka ini juga akan menyerap lapangan kerja, aktivitas ekonomi akan berkembang, ini yang harus kita kejar,” jelasnya.

Konektivitas transportasi kata Parlindungan, juga harus terhubung. Sehingga Kuala Tanjung dapat benar-benar menjadi hub internasional. “Kita tahu akhir tahun jalan tol Medan Tebingtinggi akan selesai, ini jelas sangat mendukung. Jadi akan terhubung dari Tebingtinggi, ke Kisaran hingga Labuhan Batu, tidak perlu lagi ke Medan, atau bisa langsung terhubung ke Dumai,” terangnya.

Selain jalan tol, pelabuhan Kuala Tanjung juga akan terkoneksi moda transportasi kereta api dari kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei ke Kuala Tanjung. Tidak hanya itu, bisa juga ke Bandara Kualanamu atau langsung ke Pelabuhan Belawan.

“Dengan banyak moda transportasi yang terkoneksi ini jelas sangat mendukung untuk Kuala Tanjung sebagai hub internasional,” terangnya.

Parlindungan juga mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang telah menyempurnakan Peraturan menteri Perhubungan dengan kembali menetapkan Kuala Tanjung sebagai hub internasional, karena hal ini sangat penting untuk mendorong tumbuhnya perekonomian di Sumut, Karena moda transportasi di Sumut akan semakin berbiaya murah.

“Pelabuhan curah di Kuala Tanjung akan selesai tahun ini, selanjutnya kita mendorong agar pelabuhan peti kemas juga dapat segera diselesaikan. Sehingga kita dukung Pelindo untuk segera menyelesaikan semuanya,” kata Parlindungan.

Sebelumnya Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi didampingi staf ahli Binsar Situmorang, dan Plt Kepala Bappeda Sumut Irman berharap sinerjisitas Pemprov Sumut dan Pelindo I tetap terbangun demi mendorong pembangunan di Sumut.

Dalam satu kesempatan pertemuan, Gubernur menerima laporan dari Pelindo terkait sejumlah kegiatan antara lain pengembangan pelabuhan Belawan dan KualaTanjung. Selain itu juga Pelindo telah membangun terminal kapal di Tanjung Balai dan di Sibolga.(rb01)

COMMENTS