OTT Terhadap Remigo Memprihatinkan. Nazir: Itu Kecil, Tapi untuk Pakpak Bharat Besar

Rakyatbicara.com MEDAN- Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Remigo Yolanda Berutu, Bupati Pakpak Bharat dengan nilai Rp550 juta sangat memprihatikan dan melukai hati masyarakat. Pasalnya, meskipun jumlahnya terbilang kecil, namun bagi kabupaten tersebut, angka itu tergolong besar.
Mantan Komisioner KPU Sumut Nazir Salim Manik mengatakan dirinya merasa prihatin atas kejadian OTT yang menimpa Bupati Pakpak Bharat tersebut. Sebab menurutnya, selama ini nama tersebut dikenal telah membawa perubahan bagi daerah itu. Terlebih lagi sebagai kabupaten yang dimekarkan dari Dairi ini, baru berusia 15 tahun.
“Tentu kita prihatin atas kondisi itu. Apalagi beliau kan tokoh muda, punya cukup prestasi selama memimpin daerah. Gaya kepemimpinannya juga mencerminkan kemajuan, gaya millenial lah. Jadi ini sangat kontradiktif dengan kejadian yang menimpanya (Remigo),” ujar Nazir kepada wartawan, Selasa (20/11).
Kabupaten Pakpak Bharat kata Nazir, boleh dibilang merupakan daerah yang tergolong miskin. Dengan APBD yang hanya berkisar Rp617 Miliar untuk 2018. Sehingga angka OTT yang disebutkan hanya Rp550 Juta, menjadi sangat besar mengingat kondisi daerah itu membutuhkan banyak bantuan pembangunan, seperti perbaikan infrastruktur.
“Dibandingkan dengan daerah lain, mungkin angka itu kecil. Tetapi bagi Pakpak Bharat yang ‘miskin’ (APBD kecil), jumlah itu besar. Bayangkan apa saja yang bisa dibuat dengan uang sebesar itu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Apakah jalan atau jembatan,” jelasnya.
Karenanya lanjut Direktur Jaringan Demokrasi (JaDi) Sumut ini, sudah sepantasnya tidak ada toleransi bagi pelaku korupsi. Meskipun diakuinya, saat ini status Remigo masih tersangka dengan asas praduga tidak bersalah, namun tetap saja OTT menjadi berita menyakitkan. Sebab menurutnya, akan berbeda jika kondisinya, hanya aliran suap yang mengarah ke Remigo. Tetapi langsung yang bersangkutan tertangkap tangan.
“Tentu ini menyakiti hati nurani rakyat. Sebab dahulu Pakpak Bharat itu dimekarkan karena rasa prihatin atas pembangunan di daerah ini. Tetapi kalau begini, apa gunanya Pakpak Bharat dimekarkan?” sebutnya.
Selain itu, Nazir juga melihat sosok Remigo yang menurutnya cerdas, berpendidikan tinggi, punya prestasi, bahkan dikenal mampu membawa perubahan di kabupatennya. Begitu juga di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat, katanya yang bersangkutan telah membangun iklim kerja birokrasi yang baik.
“Ini pelajaran bagi birokrasi di sana. Jangan lagi ada yang seperti ini, jangan lagi ada yang merasa bisa lolos dari masalah hukum. Yang seperti ini, ibarat kemarau setahun, hilang karena hujan sehari,” pungkasnya. (rb01)

COMMENTS