Protes Tarif Tirtanadi, Aktivis Numpang Mandi di Kantor Gubernur

Protes Tarif Tirtanadi, Aktivis Numpang Mandi di Kantor Gubernur

Rakyatbicara.com, MEDAN – Aksi tunggal Numpang Mandi di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) oleh aktivis sosial, Saharuddin menjadi perhatian para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pengunjung di gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada Senin (24/7) pagi. Meski batal, namun aparat Satpol PP hampir kecolongan saat Saharuddin akan menaiki lift khusus.

Menggunakan kaos putih dan celana pendek dengan handuk di bahu, Saharuddin sempat membuat heboh suasana gedung pemerintah itu dengan membawa serta dua buah ember sekaligus peralatan mandi, sebagai bentuk protes terhadap kenaikan tarif air PDAM Tirtanadi. Melalui pengeras suara, aktivis sosial itu pun menyampaikan orasinya, menolak keputusan yang dinilai menambah beban rakyat.

“Saya kemari sedang aksi tunggal, numpang mandi di kantor Gubernur. Saya menolak kebijakan menaikkan tarif air yang diputuskan melalui SK 188.44/732/KPTS/2016 tentang kenaikan tarif dasar air,” ujar Saharuddin.

Namun rencana Saharuddin ingin naik ke lantai ruangan Gubernur harus batal karena saya hendak menaiki lift, dirinya ditahan oleh aparat Satpol PP yang melarangnya untuk masuk ke dalam. Bahkan aparat bernama Julian pun menolak saat diberitahukan bahwa rencana aksi sudah disampaikan resmi ke Polrestabes Medan pada akhir pekan lalu.

“Saya ini masyarakat, saya melakukan ini karena ini bentuk aspirasi saya. Jadi kalau memang nggak mengizinkan, nggak perlu pakai alasan aturan segala,” katanya.

Sementara Julian tetap melarang aksi tersebut karena belum ada pemberitahuan ke Pemprov Sumut sebelumnya.

Setelah dilarang, Saharuddin pun langsung meninggalkan Kantor Gubernur menuju Kantor DPRD Sumut untuk melanjutkan aksinya. (rb01)

COMMENTS