Supir Angkutan Konvensional Ancam Lumpuhkan Medan

Supir Angkutan Konvensional Ancam Lumpuhkan Medan

Rakyatbicara.com, MEDAN – Puluhan pengendara becak bermotor di Kota Medan mendadak mendatangi kantor Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut) di Jalan Imam Bonjol, Kamis (20/7/2017) setelah mendengar ada pertemuan membahas keberadaan taksi online yang disebut belum mengantongi izin operasional. Mereka pun mengancam akan mogok dan melumpuhkan Kota Medan.

Koordinator Aksi Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (Satu) Medan Johan Merdeka mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah melalui Dinas Perhubungan harus menegakkan aturan sebagaimana ditetapkan pada Permenhub 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Bahwa angkutan sewa khusus tersebut harus memiliki izin operasional sebelum mengangkut penumpang.

“Seharusnya sejak 1 Juli 2017, Dishub sudah melakukan razia. Tetapi sampai saat ini, itu belum terlaksana. Itulah kenapa kita hadir di sini,” ujar Johan.

Dirinya menyayangkan bahwa pembahasan mengenai keberadaan angkutan berbasis aplikasi ini tidak mengikuti sertakan perwakilan pengendara becak bermotor selaku pihak yang dirugikan secara tidak langsung dengan adanya taksi online tanpa izin operasional tersebut khususnya di Kota Medan sekitarnya.

Sebab menurutnya, jika Dishub Sumut beralasan bahwa bedak bermotor bukan kewenangan instansi tersebut, kenapa pemilik aplikasi taksi online dipanggil. Padahal justru sama sekali tidak berhubungan dengan transportasi.

“Sangat kita sayangkan memang, awalnya kita tidak diikutsertakan. Bahkan akses masuk ke Dishub Sumut diblokir,” sebutnya.

Mereka juga mengancam akan melakukan mogok massal bersama dengan para supir angkutan konvensional (angkot). Untuk itu lanjut Johan, akan diberi waktu selama 10 hari agar Dishub Sumut menegakkan aturan Permenhub 32/2016 dengan merazia kendaraan angkutan berbasis aplikasi tersebut. Pihaknya memperkirakan akan ada pertemuan membahas jadwal dan lokasi razia dimaksud.

“Kami (Satu) sudah sepakat dengan Kesper (komunitas sopir angkutan konvensional) untuk melakukan mogok massal dan melumpuhkan Kota Medan. Jadi kami Dishub segera melakukan tindakan tegas secepatnya dari sekarang,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi, pertemuan antara Dishub Sumut bersama Dishub Kota Medan, Dirlantas Polda Sumut, Organda Sumut, Organda Kota Medan, sopir angkutan konvensional sedang berlangsung tertutup. Bahkan Johan menyebutkan rapat dimaksud juga dihadiri pihak pemilik aplikasi taksi online.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Dishub Sumut perihal hasil pertemuan tersebut. (rb01)

COMMENTS