Aceh Utara – Arus deras melintas di badan Jalan Line Pipa, tepatnya di kawasan Ujong Reuba, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, setelah tanggul Krung Pase di kawasan Paya Terbang, Kitoe Samudera, dan Ranto Blang Reuma mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat hampir seluruh aliran sungai Krung Pase meluap dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Ratusan hektare padi siap panen di dua kecamatan—Samudera dan Meurah Mulia—ikut terendam banjir. Anggota Koramil 07 Meurah Mulia, Salamuddin, mengatakan tanggul Krung Pase jebol sekitar pukul 04.00 WIB dini hari di Gampong Ranto dan Kitoe. “Pada pukul 08.00, luapan sungai sudah meluas ke dua kecamatan, Samudera dan Meurah Mulia,” ujarnya di tengah lokasi banjir.
Selain menggenangi permukiman dan sawah, banjir juga memutus akses jalur utama. “Siang hari kami tidak bisa melintas Jalan Line Pipa dari Meurah Mulia ke Tanjong Mesjid Samudera,” kata warga setempat.
Seorang mantan mukim Mbang di Blang Manjroen, Syamtalira Bayu, Lidan Ahmad, menyebut kejadian ini sebagai banjir terparah sepanjang yang ia ingat. “Tengah malam gampong kami terkepung banjir. Diperkirakan ini banjir kiriman dari Waduk Paya Reugon dan Buket Gajah Geureudong Pase,” tuturnya.
Sejumlah gampong yang masih terisolasi antara lain Blang Reuma Rato, Sara Maba, Lubok Tuwe, Bare Blang Paya Sutra, dan Bare Tualang di Kecamatan Meurah Mulia. Di kawasan Syamtalira Bayu, air naik mendadak dan dalam hitungan menit mencapai ketinggian selutut hingga 80 sentimeter, membuat warga panik pada malam hari.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengirimkan bantuan logistik. Mereka menyebut akses sangat terbatas karena kendaraan roda dua tidak dapat digunakan akibat genangan yang tinggi, sehingga sulit menjangkau pusat kecamatan. (HM/RM)





