Aceh Tamiang – Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya pulih, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) kembali turun langsung mengantarkan bantuan kepada warga terdampak di Aceh. Kali ini, bantuan diserahkan di Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (26/12/2025).
Pengurus KGBN bergerak dari Lhokseumawe menuju wilayah Kota Langsa dan Aceh Tamiang sejak pagi. Namun, perjalanan menuju lokasi tidak berjalan mulus. Kendaraan yang digunakan relawan sempat mengalami kerusakan di kawasan Idi, sehingga rombongan harus tertahan selama beberapa jam di bengkel.
“Kami berangkat dr Lhokseumawe jam 8 kurang… rusak mobil di idi.. butuh waktu dua jam dibengkel.. sampai ke Tamiang jam 7,” kata Pengurus KGBN Aceh, Marliza, kepada rakyatbicara.com.
Setibanya di Aceh Tamiang, tantangan belum berakhir. Kondisi medan menuju lokasi penyerahan bantuan dilaporkan cukup parah akibat dampak banjir. Demi memastikan proses bongkar muat berjalan aman dan nyaman, relawan harus menempuh jalur yang lebih jauh.
“Medannya parah pak… karena kami harus butuh tempat yang nyaman buat bongkar jadi jauh harus menempuh perjalanan yang jauh lagi,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, seperti beras, air mineral, telur, selimut handuk, kelambu, biskuit, minyak goreng, serta kerudung. Bantuan tersebut diterima oleh anggota KGBN Aceh Tamiang bersama masyarakat sekitar yang terdampak langsung banjir.
Aksi kemanusiaan ini didukung oleh Yayasan Guru Belajar, Komunitas Guru Belajar Nusantara, dan Sekolah Cikal Jakarta. Dukungan tersebut menjadi bukti solidaritas lintas komunitas untuk membantu warga yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.
Di saat akses sulit dan kondisi serba terbatas, kehadiran relawan KGBN menjadi harapan bagi warga. Bantuan yang datang bukan sekadar logistik, tetapi juga pesan bahwa masyarakat terdampak banjir tidak sendirian menghadapi situasi sulit ini.





