BIREUEN | Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, kembali menyerahkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari program dukungan sosial pemerintah pusat yang sebelumnya juga disalurkan di Kabupaten Pidie Jaya.
Penyerahan bantuan dilakukan di halaman Mushalla Al-Muhajirin dan diterima langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Bireuen serta Anggota DPRK Bireuen, M. Yunus.
Bantuan yang diangkut menggunakan truk tersebut mencakup kebutuhan logistik dasar dan perlengkapan ibadah di bulan Suci Ramadhan. Rinciannya meliputi 800 paket sembako, 250 lembar sajadah, 250 set mukena, 250 helai sarung, serta 250 unit kelambu.
Azhari mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan wujud pengawalan aspirasi masyarakat Aceh di tingkat pusat melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menunjang aktivitas ibadah masyarakat, terutama di bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Setelah sebelumnya disalurkan di Pidie Jaya, hari ini bantuan kita lanjutkan ke Bireuen. Ini merupakan amanah dari Kemensos agar masyarakat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Azhari.
Ia menambahkan, dukungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap program sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurut dia, peran pemerintah daerah sangat penting dalam proses verifikasi dan pendistribusian agar bantuan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Sementara itu, Bupati H. Mukhlis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan dukungan senator asal Aceh tersebut. Ia memastikan bantuan akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang berhak melalui koordinasi dengan Dinas Sosial setempat.
“Kami berterima kasih atas kepedulian pemerintah pusat dan Bapak Azhari Cage. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang terdampak bencana banjir November 2025 lalu,” kata Mukhlis. [Ms]




