Lhoksukon – Tepuk tangan bergemuruh memenuhi halaman MAN 2 Aceh Utara, Rabu, 11 Februari 2026. Ajang Art, Creativity, Talent & Innovation (ACTION) II resmi ditutup setelah beberapa hari menjadi wadah penyaluran bakat bagi pelajar SMP dan MTs di Kecamatan Lhoksukon dan sekitarnya.
Penutupan kegiatan tahunan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si, Kasi PAIS Kemenag Aceh Utara Faisal, S.Ag., M.Pd., yang juga mantan Kepala MAN 2 Aceh Utara sekaligus penggagas ACTION, serta Ketua Komite Sekolah Iskandar.
Sejak pagi hari, ratusan siswa dari berbagai SMP dan MTsN di Lhoksukon telah memadati area acara. Mereka hadir tak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai suporter yang setia memberikan dukungan hingga detik-detik pengumuman juara. Hiasan spanduk berwarna cerah dan sorakan semangat menjadikan halaman madrasah berubah menjadi panggung perayaan kreativitas.
Momen yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah. Nama-nama juara dipanggil satu per satu ke atas panggung. Teriakan bahagia dan pelukan penuh haru mewarnai suasana, menjadi penanda berakhirnya kompetisi yang menyita perhatian pelajar tersebut.
Sebelum pengumuman dimulai, panggung ACTION II terlebih dahulu menghadirkan penampilan spesial. Hafiz Alquran Arif Maulana dari SMP Negeri 1 Lhoksukon memukau hadirin melalui lantunan ayat suci yang tenang dan fasih. Penampilan serupa juga ditampilkan Sumayya dari SMP IT Madani. Keduanya sukses menghadirkan suasana khusyuk yang membuat para hadirin terdiam dalam kekhidmatan.
Tak kalah memikat, tim Syarhil Quran dari MTsN 1 Aceh Utara tampil dengan kombinasi retorika dan penafsiran ayat yang menggugah. Penampilan tersebut menegaskan bahwa ACTION bukan semata ajang seni dan kreativitas, melainkan juga ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MAN 2 Aceh Utara, Sulaiman, S.Pd., M.Pd., melalui sambutan yang dibacakan Kepala Tata Usaha, Iriani, M.Ag., menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta dan panitia. Menurutnya, ACTION menjadi sarana strategis dalam menumbuhkan kreativitas, keberanian, serta daya saing pelajar sejak usia dini.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang membangun karakter, melatih mental tampil di depan publik, dan mempererat silaturahmi antar sekolah,” demikian sambutan yang disampaikan.
Ketua Panitia, Yusniar, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelaksanaan ACTION II menunjukkan peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai tingginya partisipasi sekolah dan madrasah di Lhoksukon dan sekitarnya menjadi bukti bahwa kegiatan ini mendapat respons positif dari kalangan pelajar.
“Alhamdulillah, tahun ini peserta lomba berjumlah 327 orang dengan 11 cabang lomba lebih variatif. Kami berharap ACTION terus menjadi ajang bergengsi dan inspiratif bagi siswa,” ujar Yusniar.
Sementara itu, Kakankemenag Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa madrasah harus menjadi pusat lahirnya generasi berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam karakter dan spiritualitas.
“ACTION ini membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan, karena di sinilah bibit-bibit unggul itu diasah,” kata Fadli.
Ia turut memberikan apresiasi atas kolaborasi panitia, guru, serta sekolah dan madrasah peserta yang dinilainya mencerminkan semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan di Aceh Utara.




