ACEH UTARA — Peran santri menarik perhatian pengunjung dalam rangkaian perayaan Milad ke-800 Kesultanan Samudera Pasai di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Mereka memeriahkan acara melalui pameran kreativitas, pembacaan Dalail Khairat, pentas seni Islami, hingga penyajian informasi pendidikan dayah.
Istri Bupati Aceh Utara, Musliana Ismail, mengapresiasi partisipasi aktif para santri saat meninjau stan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/9/2026). Ia menilai santri memegang peran strategis dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di wilayah Pase.
“Para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang diwariskan para ulama terdahulu,” ujar Musliana.
Musliana menambahkan, semangat santri selaras dengan tema acara *Tajaga Adat Peukong Syariat* yang mencerminkan hubungan erat antara adat dan syariat di Aceh. Menurutnya, pembangunan daerah butuh penyeimbang berupa karakter dan moral generasi muda yang dibentuk melalui pendidikan dayah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa keterlibatan santri merupakan komitmen nyata dalam melestarikan budaya dan syariat.
“Milad Samudera Pasai bukan sekadar perayaan sejarah, melainkan juga ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami kembali peran Samudera Pasai sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara,” kata Muhammad Yunus. Ia menegaskan Pemkab Aceh Utara akan terus mendukung program dayah untuk mencetak SDM yang religius dan berdaya saing.
Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai berlangsung pada 6–13 September 2026. Acara ini diisi dengan beragam kegiatan budaya, religi, pendidikan, olahraga tradisional, hingga ekonomi kreatif sebagai sarana mengenang kejayaan sejarah peradaban Islam di Aceh Utara.[]





