ACEH UTARA — Perhelatan Piasan Pase dalam rangka memperingati 800 tahun Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara menghadirkan beragam potensi unggulan dari setiap kecamatan. Namun, di antara puluhan stand yang menampilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Stand Kecamatan Langkahan tampil berbeda dengan mengangkat tema kebangkitan masyarakat pascabencana.
Stand Kecamatan Langkahan tidak hanya memamerkan komoditas pertanian dan hasil alam, tetapi juga menampilkan berbagai hasil bumi yang masih tersisa setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 2025 silam.
Camat Langkahan, T Reza Ichwan, mengatakan keikutsertaan Kecamatan Langkahan dalam Piasan Pase menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam sekaligus menggambarkan kondisi masyarakat yang tengah bangkit setelah menghadapi bencana.
“Stand Langkahan menyajikan hasil potensi alam yang berbeda dengan stand kecamatan lainnya. Jika sebagian besar menampilkan hasil UMKM, kami justru menyajikan hasil alam yang tersisa akibat banjir bandang yang terjadi pada 2025 lalu,” ujar Reza
Menurutnya, sejumlah komoditas pertanian dan hasil alam yang dipajang merupakan gambaran nyata dari potensi yang dimiliki Kecamatan Langkahan, sekaligus menjadi pengingat atas dampak bencana yang pernah melanda masyarakat.
Ia berharap kehadiran Stand Kecamatan Langkahan dalam Piasan Pase tidak hanya menjadi sarana promosi potensi daerah, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya semangat kebangkitan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, berkesempatan meninjau Stand Kecamatan Langkahan pada Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungannya, Arafat tampak terkesima dengan konsep dan hasil alam yang ditampilkan.
Ia menilai keunikan Stand Langkahan menjadi daya tarik tersendiri di tengah perhelatan Piasan Pase. Menurutnya, apa yang ditampilkan tidak sekadar produk unggulan daerah, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan sejarah mengenai perjalanan masyarakat Langkahan pascabencana.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Kecamatan Langkahan dalam memperkenalkan potensi daerah dan membangun kesadaran publik mengenai pentingnya ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.[]




