ACEH UTARA — Group band Apache menghibur ribuan masyarakat Aceh Utara pada malam penutupan perhelatan Piasan Pase dalam rangka memperingati 800 tahun Samudera Pasai, Minggu (13/9/2026) malam.
Penampilan grup musik asal Aceh tersebut berlangsung meriah di tengah antusiasme masyarakat yang memadati lapangan lokasi acara. Sebagai lagu pembuka, Apache membawakan “Bek Panik”, yang langsung disambut sorak-sorai penonton.
Alunan musik dan lantunan lagu Apache semakin menghidupkan suasana malam penutupan perhelatan budaya dan sejarah tersebut. Masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tampak menikmati penampilan grup band tersebut.
Pantauan media ini, hujan yang mengguyur kawasan lokasi acara tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menyaksikan penampilan Apache. Para penonton tetap bertahan di lapangan, meskipun sebagian harus berlindung menggunakan payung dan jas hujan.
Kehadiran Apache menjadi salah satu hiburan yang dinanti masyarakat dalam rangkaian penutupan Piasan Pase 2026. Perhelatan yang mengusung semangat mengenang kejayaan Samudera Pasai itu sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan seni, budaya, keagamaan, serta pameran potensi daerah.
Antusiasme masyarakat hingga akhir acara menunjukkan bahwa Piasan Pase tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah kejayaan Samudera Pasai, tetapi juga ruang kebersamaan bagi masyarakat Aceh Utara untuk merayakan identitas budaya dan daerahnya.[]





